Komunikasi Non Verbal
Komunikasi Non Verbal

Mengenal Komunikasi Non Verbal Secara Lengkap

Peranan Komunikasi Non Verbal

Kalian pernah gak dengar komunikasi non verbal? kalo jawabannya “pernah” tapi belum mengerti, mari kita bahas.

Tidak jarang orang mengetahui sebuah kata, namun setelah ditanya apa maknanya..banyak yang bingung. iyakan..??wkwkwk

Ingat gak, karakter Agnes dalam kartun Dispicable Me. Anak kecil yang di adoposi oleh Gru. Dia membacakan puisi dengan lancar, tapi tidak dapat dikatakan menerapkan komunikasi non verbal. Dan dia terlihat sangat aneh saat melakukannya.

Mengapa demikian? Karena dia melakukannya tanpa ekspresi tentunya.

Jadi, komunikasi non verbal itu dapat dikatakan sebagai proses bertukar informasi dengan menggunakan ekspresi tubuh. Ekspresi tubuh? apa itu? Ekspresi tubuh itu dapat berupa ekspresi, gestur, bahkan kontak mata yang kita lakukan.

Tentu berbeda bukan dengan komunikasi verbal, karena komunikasi verbal itu berupa kegiatan bertukar informasi atau sekedar transfer informasi secara tertulis, lisan, atau isyarat.

Sudah kebayang kan betapa pentingnya komunikasi non verbal. Coba anda bayangkan, apabila melakukan komunikasi tanpa adanya ekspresi. Wah bakal kaku banget, dan mungkin orang gak tertarik dengan apa yang kamu sampaikan.

Apabila anda seorang pelamar kerja ataupun orang yang bekerja dalam lingkungan yang membutuhkan komunikasi aktif, tidak menerapkan komunikasi non verbal adalah masalah besar.

Perlu kita ketahui bahwa komunikasi yang bukan hanya komunikasi lisan, tertulis isyarat, atau non verbal. Namun, adalah perpaduan dari semua itu dan di sesuaikan dengan tuntutan keadaan.

Misalnya anda berbicara dengan orang di luar ruangan yang anda lihat dari belakang kaca jendela dan tidak memungkinkan mendengar suara anda. Tentu akan lebih baik apabila anda melakukan komunikasi dengan isyarat atau tertulis yang dilengkapi dengan non verbal. Ya itu lah komunikasi, terdengar mudah tapi terkadang sulit dilakukan.

Jadi apakah peran dari komunikasi non verbal ini adalah pelengkap? jawabannya adalah iya, salah satunya. Untuk lebih jelasnya peranan komunikasi non verbal adalah sebagai berikut :

1. Pelengkap

Komunikasi Non Verbal Sebagai Pelengkap
Komunikasi Non Verbal Sebagai Pelengkap

Seperti dijelaskan di atas, proses komunikasi yang baik adalah perpaduan antara komunikasi verbal dan non verbal. Karena besar peluangnya lawan bicara kita memahami apa yang kita sampaikan sehingga terhindar dari kesalahpahaman.

2. Substitusi

Sama seperti yang saya jelaskan di atas. Ketika anda ingin berkomunikasi dengan orang yang berada di luar ruangan. Dan anda hanya bisa bertatap di belakang kaca dengan suara yang tidak mungkin terdengar maka komunikasi non verbal adalah pilihannya. Inilah peran substitusi dari komunikasi jenis ini.

3. Pengulangan

Pernah gak kalian bicara dengan orang lain tentang arah toilet. Kalian udah jelasin panjang lebar, tetapi orang tersebut meminta pengulangan karena ada kebingungan. Nah disinilah peran bahasa non verbal dapat ditunjukkan. Anda kemudian menunjuk toiletnya dengan tangan anda, itulah peran pengulangan dengan bahasa non verbal.

4. Ekspresi Pesan

Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, dan kita setuju dengan apa yang orang lain sampaikan seketika kita mengangkat jempol dan orang lain mengerti dengan cepat. Artinya pesan “setuju” itu telah terekspresikan melalui gerakan kalian. dan itu jauh lebih cepat dari bahasa lisan apalagi tertulis.

5. Presentasi yang menarik

Dengan menerapkan komunikasi verbal yang dipadukan dengan non verbal tentu public speaking kalian akan menjadi luar biasa. Orang menjadi tertarik dengan setiap informasi yang anda sampaikan. Tapi ya kembali lagi, semua itu perlu latihan. Practice make better than before.

Macam-macam Komunikasi Non-Verbal

1. Raut Muka

Ekspresi wajah memberikan pengaruh yang besar dalam komunikasi. Karena wajah adalah yang pertama terlihat sebelum berkomunikasi. Sama seperti sebuah buku, sampul adalah yang pertama terlihat sebelum isinya.

Karena itu pengaruh dari ekspresi wajah ini sangat besar dan kadang juga disebut sebagai komunikasi non verbal paling universal.

2. Gerak Tubuh (Gestur)

Gestur
Gestur

Mengangguk, menunjuk, menggeleng adalah beberapa contoh dari gestur tubuh. Berbeda dengan ekspresi wajah yang bersifat universal, komunikasi non verbal yang satu ini telah dipengaruhi oleh budaya masing-masing daerah.

Mengapa demikian? Karena beberapa gestur di suatu negara atau daerah dimungkinkan memiliki arti yang berbeda di daerah atau negara lain.

Contoh sederhana, “mengangkat jari kelingking”. Apabila anda melakukannya di Amerika atau Indonesia, mungkin akan dimaknakan sebagai berjanji. Namun, apabila anda melakukannya di Tiongkok maka anda akan dianggap sebagai orang yang merasa tidak bahagia.

3. Postur Tubuh

Ini dapat menyampakan banyak informasi, terlebih apabila anda kombinasikan dengan gestur tubuh. Contohnya, berdiri dengan tegap sembari menempatkan tangan di pinggul. Orang di sekitar anda akan beranggapan bahwa anda berkuasa dan tegas.

4. Paralinguistik

Hal ini berupa nada bicara, volume suara, dan nada suara yang diterapkan saat berkomunikasi dengan orang lain. Ini dapat memberikan banyak informasi kepada lawan bicara anda.

5. Eye Contact

Tatapan mata dapat menunjukkan berbagai emosi yang ada dalam dirinya saat itu. Hal ini terlihat dari bagaimana dia melihat, berkedip maupun menatap. Misalnya saja seseorang yang bertemu dengan orang yang dia hormati atau sukai, maka umumnya matanya akan berkedip lebih cepat daripada sebelumnya serta pupil matanya melebar.

Contoh Komunikasi Non Verbal
Contoh Komunikasi Non Verbal

6. Penampilan

Hal ini berupa pakaian, warna pakaian, bahkan gaya rambut. Semua ini dapat menjadi alat komunikasi non verbal yang memberikan banyak informasi kepada orang lain.

7. Sentuhan

Hal ini umumnya dilakukan kepada orang yang sudah akrab dan beberapa sentuhan terkadang diartikan sebagai kasih sayang, simpati serta keakraban.

8. Proksemik

Proksemik berupa jarak saat komunikasi. Umumnya ruang pribadi dalam berkomunikasi adalah 0,5 hingga 1,5 m yang biasanya diperuntukkan untuk keluarga, kekasih, ataupun sahabat. Sedangkan jarak yang pantas untuk komunikasi dengan rekan kerja dalam konteks profesional kerja sekitar 1,5 hingga 4 m.

9. Objek

Objek dapat memberikan banyak informasi bagi anda terhadap orang lain, walaupun anda belum melakukan komunikasi. Semisal anda melihat seseorang di kampus dengan jas rapi serta kemeja dan membawa sejumlah bahan ajar. Anda dapat menyimpulkan bahwa dia seorang dosen tanpa bertanya sebelumnya.

(Baca juga : 5 Hal Tentang Memperbaiki Komunikasi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.